Singapura : 25 Februari 2009 

DIREKTORI USAHAWAN MUSLIM DI INTERNET 
Jalin rangkaian dan promosi produk atau khidmat 
Oleh : Atiyyah Mohd Said 

PARA peniaga dan usahawan Singapura kini boleh memanfaatkan sebuah direktori dalam talian yang ditubuhkan oleh sebuah syarikat Malaysia untuk membolehkan mereka menjalin rangkaian dan mempromosi serta memasarkan produk dan perkhidmatan masing-masing... 

"Bukan Senang Nak Senang, dan Bukan Susah Nak Susah"

Ungkapan di atas seringkali kita dengar. Dalam minda bermain-main antara maksud positif dan negatif. Pertama, seolah-olah, sudah tahu memang -SUSAH - 
dan kedua..Kalau nak SENANG...Mesti Bersusah Dahulu...

Pelbagai Produk Terbaru - Newbie jadi mangsa..
Written by Admin on February 5, 2009 – 1:31 am - 

Saya nak berkongsi dan mengajak anda semua bertukar-tukar pendapat berkenaan dengan tajuk kat atas ni. Bukannya apa, kebelakangan ni saya selalu terima email berkenaan ‘Pelbagai Produk Terbaru’ ni..Subscriber dan newbie macam dijadikan mangsa pulak untuk semua benda ni.

Jati Diri Seorang Usahawan Muslim

Para pengunjung laman web usahawan Muslim yang dirahmati Allah, 

Mungkin ramai yang tertanya-tanya entah apa gerangan tiba-tiba yang beku menjadi cair, yang keras beransur lunak, yang bersimpang siur seolah-olah berangsur bergerak perlahan-lahan mencari satu arah, seperti ada daya magnet luar biasa yang menarik ke satu paksi yang mampu memberi jaminan keselamatan, ketenangan dan kesejahteraan....


Orang-orang Yang Didoakan Oleh Malaikat
Allah SWT berfirman, "Sebenarnya (malaikat - malaikat itu) adalah hamba - hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah - perintah-Nya.  Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa'at melainkan kepada orang - orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati - hati karena takut kepada-Nya"(QS Al Anbiyaa' 26-28)

Inilah orang - orang yang didoakan oleh para malaikat:

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci. 
Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya.  Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci'" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

2. Orang yang duduk menunggu shalat. 
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'" (Shahih Muslim no. 469)

3. Orang - orang yang berada di shaf bagian depan di dalam shalat.
Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud,"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

4. Orang - orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang menyambung shaf - shaf" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

5. Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud, "Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu" (Shahih Bukhari no. 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat. 
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud, " Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'" (Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

7. Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal.  Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku ?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra., bahwasannya Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan.  Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'" (Shahih Muslim no. 2733)

9. Orang - orang yang berinfak. 
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'.  Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

10. Orang yang makan sahur.
Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang - orang yang makan sahur" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

11. Orang yang menjenguk orang sakit. 
Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70,000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, "Sanadnya shahih")

12. Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain. 
Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian.  Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343) 

___________________________
Regards, Mohd Idham Saparuddin
Operational & Services Unit, Finance Department, MTBE/Polypropylene (M) Sdn Bhd.(wholly-owned subsidiaries of )
Tel: 09-5856875 Fax: 09-5834743  Email: idham_saparuddin@ petronas. com.my


Apa Yang Perlu Anda Buat
Untuk Menjadi Jutawan?
Oleh: Irfan Khairi
Pastinya anda ingat rancangan game show yang sangat popular satu masa dahulu. So, Who Wants To Be A Millionaire? Anda ingin menjadi jutawan? Sekiranya YA, maka, berikut ada beberapa checklist untuk melihat sama ada anda layak untuk jadi Jutawan!

**Jutawan kerja > 70 seminggu.
Dan bila sebut kerja, ianya betul-betul maksud kerja. Tidak membuang masa bersembang dan melakukan aktiviti-aktiviti yang membuang masa. Sering kali, merekalah yang awal sampai pejabat, dan paling lewat tinggalkan pejabat. Minda dan jiwa fokus pada kerja yang perlu dilakukan. Sekiranya anda bekerja <40 jam seminggu, maka anda perlu lipat kali gandakan usaha anda!

**Jutawan tahu secara jelas dan terperinci apa yang diinginkan.
Matlamat mereka adalah jelas dan jitu. Matlamat mereka adalah besar dan sukar untuk dicapai- tetapi, tidak mustahil. Mereka yakin bahawa tidak kira besar mana pun matlamat yang di letakkan, pastinya ia akan tercapai. Keyakinan dan kejituan diri sendiri mengejar matlamat inilah mendahulukan mereka berbanding orang-orang
lain. Sekiranya anda tidak mempunyai matlamat yang jelas dan terperinci, jangan teruskan bacaan anda. Berhenti dan tetapkan matlamat terlebih dahulu!

**Jutawan tahu untuk berjaya, mereka perlu bantuan orang lain.
Bantuan dari segi ilmu, bantuan dari segi kewangan, bantuan dari segi sokongan, bantuan dari segi tenaga, bantuan dari segi idea dan sebagainya. 84% kejayaan seseorang bergantung kepada mereka yang dikelilingnya. Untuk berjaya, perlu sering bersama orang-orang yang berjaya. Sekiranya anda fikirkan anda "one man show" dan tidak
mempunyai kenalan-kenalan yang berjaya, maka, GET OUT THERE! Kenali mereka mereka yang berjaya dan pelajari daripada mereka.

**Jutawan banyak membaca. Leaders are readers.
Ilmu adalah senjata yang paling penting bagi jutawan. Sekiranya hilang satu juta ringgit, jutawan akan tahu cara untuk menjana dua juta ringgit lagi kerana aset yang paling penting bagi seseorang jutawan adalah aset ilmu di dada. Ilmu diperolehi daripada bacaan. Sekiranya anda tidak suka membaca, ketahuilah bahawa anda akan ditinggalkan oleh mereka yang banyak membaca. 

**Tidak seperti sangkaan ramai, kebanyakan jutawan tidak suka berbelanja sesuka hati.
Mereka tahu betapa sukarnya untuk memperolehi harta dan mereka sayangkan harta. Wang ringgit tidak
digunakan secara membazir. Sering kali golongan jutawan menggunakan wang untuk membina lagi aset-aset seperti rumah, tanah dan pelaburan. Sekiranya anda fikirkan jutawan adalah seperti yang sering dipaparkan di kaca TV,suka membazir, maka, perbetulkan perspektif anda dahulu. Golongan ini mungkin ada, tetapi, teramat kecil. Mulakan langkah anda dengan tidak membazir.

**Jutawan banyak memberi. 
Menurut buku Dr Thomas Stanley, "The Millionaire's Mind" antara sikap-sikap jutawan adalah suka memberi. Hadis juga ada mengatakan bahawa sekiranya kita memberi satu dengan ikhlas, 10 akan kembali kepada kita. Jadi, sekiranya anda jenis kedekut dan tidak suka memberi, maka maaf, kelab jutawan bukanlah untuk anda!

**Walaupun bukan satu kemestian, kebanyakan jutawan lahirnya dalam bidang perniagaan.
Malah, 74% Jutawan adalah hasil daripada perniagaan. Jadi, di sini adalah klu paling besar bagaimana hendak
menjadi juatwan- mulakan perniagaan! Sekiranya anda tidak berminat dalam perniagaan dan anda lebih suka kerja di bawah orang, maka ianya menjadi semakin sukar untuk mencapai jutawan. Tidak mustahil, tetapi, lebih sukar... dan mengambil masa yang lebih lama!

**Jutawan tahu bahawa ianya tiada jalan pintas untuk menjadi kaya.
Ianya perlu ilmu dan usaha keras siang dan malam. Maaf, no short cuts here! Sekiranya anda fikir bahawa ada caranya untuk buat duit banyak dengan cepat, duduk rumah goyang kaki boleh dapat duit berjuta, dan tanpa usaha yang setimpal, wang akan jatuh ke riba anda, maka anda silap, silap dan silap! Memikirkan bahawa terdapat cara mudah menjana wanglah terjadinya ramai "Mat jenin jutawan" terperangkap dengan penipuan-penipuan scam dan skim-skim cepat kaya.

Sekiranya anda setuju dengan checklist di atas, maka, selamat datang ke kelab jutawan! Anda telah melalui langkah pertama dan besedia untuk "bertanding" dalam "Who Wants To Be A Millionaire" edisi realiti. Tetapi, perlu berpijak di bumi yang nyata. Membaca segalanya di atas dan memahaminya adalah satu perkara. Mempraktikkan apa yang di baca dan mengaplikasikannya setiap hari dan setiap masa, adalah perkara yang lain. Kata-kata berbunyi "Knowledge is power" sebenarnya salah. Ilmu bukanlah satu kekuatan dan kehebatan. Ilmu yang DIAPLIKASIKAN adalah kekuatan yang sebenar.
____________________________________________
40 orang terkaya Malaysia
Forbes.com menyenaraikan 40 orang terkaya di Malaysia:

1.Robert Kuok 2.Ananda Krishnan 3.Lee Shin Cheng 4.Teh Hong Piow 5.Lee Kim Hua & family 
6.Quek Leng Chan 7.Yeoh Tiong Lay & family 8.Syed Mokhtar AlBukhary 9.Vincent Tan 10.Tiong Hiew King 
11.Azman Hashim 12.William H. J. Cheng 13.Lee Swee Eng 14.Ong Beng Seng 15.Lim Kok Thay 
16.Vinod Sekhar 17.Lee Oi Hian 18.Yaw Teck Seng 19.Anthony Fernandes 20.Mokhzani Mahathir 
21.Kamarudin Meranun 22.Jeffrey Cheah 23.Lee Hau Hian 24.Chong Chook Yew 25.Yaw Chee Ming 
26.G. Gnanalingam 27.Lim Wee Chai 28.Kua Sian Kooi 29.Lau Cho Kun 30.Abdul Hamed Sepawi 
31.David Law Tien Seng 32.Tiah Thee Kian 33.Liew Kee Sin 34.Ahmayuddin bin Ahmad 35.Eleena Azlan Shah 
36.Lin Yun Ling 37.Ong Leong Huat 38.Lim Thian Kiat 39.Khoo Kay Peng 40.Nazir Razak 


SUSAH DAN SENANG
Apakah yang menjadi sebab bagi sesuatu tindakan kita? Adakah kita pernah melakukan sesuatu tindakan tanpa sebarang sebab? Percayakah kita bahawa apa juga sebab bagi sesuatu tindakan itu dapat dirumuskan kepada dua kategori iaitu sama ada untuk mengelakkan kesusahan atau untuk mendapatkan kesenangan? Jika rumusan ini benar mengapakah kita perlu memahami persoalan ini dalam konteks kehidupan seorang muslim? Untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut, rencana ini akan cuba menerangkan tiga perkara berikut:
  1. Apakah yang dimaksudkan dengan mengelak kesusahan dan mendapat kesenangan?
  2. Apakah hubungan ‘mengelak kesusahan dan mendapat kesenangan’ dalam kehidupan seorang usahawan muslim?
  3. Apakah tindakan yang sepatutnya kita ambil.
KESUSAHAN DAN KESENANGAN

Sebenarnya kita mempunyai sebab tertentu bagi setiap tindakan yang kita lakukan. Sebagai contoh, kita semua memasuki sekolah sejak berumur enam tahun hingga tamat tingkatan tiga, lima atau enam. Setelah tamat persekolahan kita menyambung pengajian di universiti atau institusi lain. Persoalannya, mengapakah kita perlu menuntut ilmu dalam jangka masa yang begitu lama? Jawapannya mungkin berbagai-bagai seperti untuk: (a) menambah ilmu, (b) mendapat kelulusan yang tertinggi, (c) mendapat peluang kerjaya yang lebih baik, (d) mendapat pengaruh dalam masyarakat, (e) mendapat keredaan Allah, dan lain-lain. Sebenarnya semua alasan tersebut dapat dikategorikan sebagai kesenangan. Jadi, kesenangan yang dimaksudkan di sini meliputi pelbagai perkara yang diingini oleh manusia. Sebaliknya, jawapan bagi soalan di atas boleh juga dijawab seperti untuk: (a) mengelakkan buta huruf dan kebodohan, (b) mengelakkan kemiskinan, (c) mengelakkan diri daripada dipandang hina, (d) mengelakkan kemurkaan Allah, dan lain-lain yang seumpamanya. Jawapan ini pula dapat dikategorikan sebagai kesusahan. Ini bermakna kesusahan juga meliputi banyak perkara yang sememangnya tidak disukai oleh manusia.

Cuba kita imbas kembali dan fikirkan secara mendalam: adakah kita pernah melakukan sesuatu tanpa sebab tertentu? Sebenarnya lebih besar sebab atau alasan yang menjadi pendorong sesuatu tindakan, maka lebih besar pula usaha dan pengorbanan yang kita curahkan. Kemudian fikirkan juga: adakah terdapat sebab musabab yang tidak dapat dikategorikan sebagai kesenangan dan kesusahan? Pada hakikatnya tidak ada perkara yang kita lakukan tanpa sebab dan semuanya tidak terlepas daripada dua kategori tersebut.

Bagaimanapun mengelakkan kesusahan merupakan sebab yang lebih kuat untuk kita melakukan sesuatu. Umpamanya, alasan untuk mengelakkan kemiskinan adalah lebih besar kesannya jika dibandingkan dengan alasan untuk menambah kekayaan, dalam mendorong seseorang untuk berusaha mencari rezeki. Begitu juga dalam soal menjaga maruah, mengelakkan kehinaan adalah lebih besar kesannya daripada meningkatkan darjat kemuliaan. Seseorang akan menjadi lebih marah apabila diri atau keluarganya dihina dan terhina.

HUBUNGANNYA DALAM KEHIDUPAN SEORANG USAHAWAN MUSLIM

Persoalan yang lebih besar yang perlu kita fikirkan secara berterusan ialah untuk apakah kita hidup di muka bumi ini dan kenapakah kita perlu menjadi seorang usahawan muslim. Pernahkah kita bertanya kepada diri kita sendiri, “Untuk apakah kita bangun pada setiap pagi dan kemudian pergi bekerja serta melakukan berbagai-bagai urusan?” Kita perlu memikirkan secara berterusan supaya kita sentiasa merasai keperluannya. Jika kita tidak merasai keperluan yang betul, maka keperluan yang salah akan menguasai fikiran kita. Ini bermakna kita hidup untuk sebab yang ditentukan oleh suasana di sekeliling kita sama ada kita sedari ataupun tidak. Oleh itu kita perlu melihat apakah sebab yang telah digariskan oleh Allah sendiri di dalam al-Quran yang mulia. Mari kita fikirkan dan renungi firman Allah dalam Surah al-Kahfi, ayat 29 hingga 31yang bermaksud:

  "Dan katakanlah, kebenaran itu datangnya daripada Tuhanmu, maka sesiapa yang ingin (beriman), hendaklah ia beriman dan sesiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir. 

          Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang yang zalim itu neraka yang bahang panasnya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minuman, nescaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan mereka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirehat yang paling tidak diingini.

          Sesungguhnya orang yang beriman dan beramal saleh tentulah Kami tidak akan mensia-siakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalannya dengan baik. Bagi mereka itulah syurga ‘Adn yang mengalir sungai di bawahnya. Dalam syurga itu mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau yang diperbuat daripada sutera halus dan sutera tebal sedang mereka duduk sambil bersandar di atas singgahsana yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya dan tempat istirehat yang paling menawan.”

Dalam ayat 29, Allah SWT menegaskan bahawa kebenaran itu datangnya daripada Allah sendiri. Ini bermakna kebenaran daripada Allah yang meliputi keimanan terhadap kewujudan dan kekuasan-Nya, keimanan terhadap perkara-perkara ghaib dan keimanan terhadap Islam adalah datangnya daripada Allah SWT sendiri. Allah SWT juga memberi kata dua iaitu terpulanglah kepada setiap individu untuk membuat pilihan sama ada mahu beriman ataupun tidak. Ini bermakna setiap diri perlu membuat keputusan yang sangat besar iaitu mahu beriman atau mahu menjadi kafir. Walaupun demikian Allah SWT tidak membiarkan manusia untuk membuat keputusan yang sangat besar ini tanpa menyediakan sebab yang jelas. Sebaliknya, Allah SWT telah menyediakan dua sebab besar iaitu (i) untuk mengelakkan azab neraka dan (ii) untuk mendapatkan syurga.

Pada hakikatnya apakah kesusahan yang lebih besar daripada kesusahan di neraka? Apakah azab yang lebih besar daripada azab di neraka? Adakah kita dapat mencari satu bentuk kesusahan di dunia yang dapat menandingi atau melebihi kesusahan di akhirat? Tentu sekali kita bersetuju bahawa tidak ada kesusahan atau azab dunia yang lebih besar daripada kesusahan atau azab akhirat. Bahkan apa juga kesusahan atau azab di dunia ini adalah jauh lebih kecil daripada kesusahan dan azab akhirat. Begitulah juga dengan kesenangan atau nikmat syurga yang semestinya jauh lebih tinggi dan jauh lebih berkualiti dengan segala bentuk kesenangan atau nikmat duniawi. Jadi bukankah ini merupakan sebab yang sebenar untuk kita menjadi usahawan muslim yang sebenar?

Cuba lihat pula firman Allah SWT dalam Surah as-Saff ayat 10 yang bermaksud: 

“Wahai orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu daripada azab yang pedih?”

Sekali lagi Allah menjadikan sebab untuk mengelakkan azab neraka sebagai suatu tawaran kepada orang yang beriman. Mengapakah Allah tidak menjanjikan balasan syurga sebagai tawaran yang pertama? Sesungguhnya Allah SWT yang menciptakan manusia lebih tahu tentang jiwa manusia.

TINDAKAN YANG SEPATUTNYA KITA AMBIL

Apakah tindakan yang sepatutnya kita ambil supaya kita dapat menjadi seorang usahawan muslim mukmin yang sebenarnya? Apakah tindakan yang dapat menjadikan kita seorang usahawan muslim mukmin yang mempunyai sebab yang jelas dan kuat. Mudah-mudahan dengan sebab yang jelas ini kita tidaklah menjadi seorang usahawan muslim hanya pada nama sahaja. Sebaliknya kita menjadi seorang usahawan muslim yang benar-benar merasai keislaman kita dan seterusnya hidup dengan menjiwai Islam sepenuhnya.

Oleh demikian, pertama sekali kita perlu jelas tentang perkara yang perlu kita lakukan iaitu segala tuntutan Islam ke atas kita. Di sini kita perlu memahami Islam sebagai satu sistem yang meliputi seluruh aspek kehidupan. Kita juga perlu memahami bagaimanakah cara untuk menegakkan sistem Islam. Setelah kita memahami tuntutan Islam yang perlu kita laksanakan mengikut marhalah (peringkat) dan keperluannya, kita perlu pula mencari sebab yang sebenar yang dapat mendorong kita untuk berusaha dan bekerja. Di sinilah kita perlu berusaha keras dan berdoa dengan bersungguh-sungguh supaya Allah SWT memberikan keyakinan yang mendalam terhadap kewujudan neraka dan syurga. Kita perlu berdoa semoga Allah SWT mencampakkan rasa takut yang sebenarnya terhadap neraka yang penuh dengan azab yang mengerikan. Kita berdoa semoga Allah menjadikan rasa takut terhadap neraka itu jauh lebih besar daripada rasa takut terhadap segala bentuk azab dunia. Pada waktu yang sama kita perlu berdoa semoga Allah SWT mencampakkan rasa cinta terhadap syurga-Nya yang penuh dengan segala macam kenikmatan supaya kita dapat merasai ianya jauh lebih tinggi daripada kecintaan kepada segala bentuk nikmat duniawi.

Untuk meningkatkan keimanan terhadap Allah SWT, neraka dan syurga, kita perlu mengikut jalan yang syara’. Sebenarnya Allah SWT sendiri telah menyediakan wasilah dalam bentuk ibadah khusus, termasuk: membaca al-Quran dengan memahami pengertiannya; solat dengan penuh khusyu’; puasa dengan menjaga lintasan-lintasan hati; zikir dengan penuh tawadhu’; dan lain-lain.

KESIMPULAN

Sebagai kesimpulan, kita dapat katakan bahawa setiap perkara yang kita lakukan mempunyai sebab-musabab tertentu. Sebab-musabab itu sebenarnya dapat dikategorikan kepada dua iaitu sama ada untuk mengelakkan kesusahan ataupun untuk mendapat kesenangan. Sebagai seorang usahawan muslim kita perlu merasai bahawa kita mempunyai sebab-musabab yang sangat besar dan hakiki dalam usaha kita untuk membangun dan menggerak ekonomi ummah dan seterusnya menegakkan sistem Islam yang syumul(menyeluruh) dalam kehidupan ini.

Oleh demikian tugas kita ialah memproses hati kita supaya dapat benar-benar merasai dan meyakini kewujudan Allah SWT, neraka yang mengerikan dan syurga yang menggembirakan. Ketakutan kita terhadap neraka mestilah melebihi ketakutan kita terhadap segala bentuk azab duniawi manakala kecintaan kita terhadap nikmat syurga juga mesti melebihi kecintaan kita terhadap segala bentuk nikmat duniawi. Mudah-mudahan dengan keyakinan tersebut kita akan menjadi usahawan muslim dan mukmin yang bekerja dan berusaha tanpa mengenal jemu dan letih sehinggalah kita dipanggil balik oleh Allah SWT kerana kita mempunyai sebab yang sebenar - susah yang sebenar (neraka) dan senang yang sebenar (syurga).

Wallahu A'lam....



Nasihat Menasihati

Nasihat-menasihati membawa manusia kepada kebaikan dan menjauhkannya dari kerugian.  Ianya untuk semua golongan tanpa kecuali samada golongan muda atau tua, baru atau lama, makmum atau imam, dipimpin atau memimpin.  Perkataan asalnya dalam bahasa Arab ialah ‘Nasah’ bererti mencantum kain yang tercarik, atau menapis madu lebah yang bercampur debunga sehingga bersih.  Maka nasihat membawa maksud untuk membaiki keadaan yang rosak atau untuk meningkatkan mutunya dan inginkan kebaikan.

Hassan al-Basri meriwayatkan setengah sahabat Nabi s.a.w. berkata;

"Demi Tuhan yang diriku dalam genggaman-Nya, sekiranya kamu suka pasti aku bersumpah dengan nama Allah kepada kamu; Sesungguhnya sekasih-kasih hamba kepada Allah ialah mereka yang menjadikan Allah mengasihi hamba-Nya dan menjadikan hamba mengasihi-Nya serta berusaha menyebarkan nasihat di atas bumi."

KEPENTINGAN

Nasihat-menasihati amat penting.  Sejauhmana deen Islam dapat difahami dan diamalkan bergantung kepada suasana nasihat-menasihati sesama mukmin. Hakikat ini berdasarkan hadith yang masyhur;

"Deen itu ialah nasihat. Mereka (sahabat-sahabat r.hum) bertanya; Untuk  siapa? Baginda menjawab; untuk Allah, dan Kitab-Nya, dan Rasul-Nya, dan imam-imam muslimin, dan seluruh muslimin." (H.R. Muslim)

Ternyata kelangsungan Islam sangat dipengaruhi oleh kemahuan memberi dan menerima nasihat. Para ulamak merumuskan bahawa pusingan (peredaran) Islam berpaksi atas hadith tersebut di atas.  Islam berkembang dan membangun apabila nasihat-menasihati tersebar luas dan umat Islam menuju kelemahan dan keruntuhan apabila nasihat-menasihati ditinggalkan.

Berdasarkan hadith di atas, secara ringkasnya ‘nasihat untuk Allah’ (dalam ertikata mencari kebaikan) ialah  dengan  beriman kepada-Nya, bermatlamatkan Dia, marah dan benci kerana-Nya dan iltizam (terikat)  dengan syariat-Nya.

Kitab Al-Quran menganjur haq (kebenaran) dan khair (kebaikan) dan menolak batil dan syarr (kejahatan). ‘Nasihat untuk kitab’ (khususnya al-Quran) ialah mengimani  sumber samawinya (diturunkan oleh Allah). Manakala untuk mendapat kebaikan darinya ialah dengan membaca, memahami dan melaksanakan tuntutan yang terkandung dalam kitab Allah ini.

‘Nasihat untuk Ar-Rasul’ s.a.w. pula ialah akur kepada risalahnya  iaitu untuk menyelamatkan manusia, serta mengabdikan diri  kita dalam sunnahnya yang meliputi semua urusan dunia. Kita juga perlu mengimani bahawa jalan hidup yang berjaya ialah jalan hidup berdakwah kepada al-Khair  (al-Islam).

Selanjutnya ketiadaan diri Ar-Rasul s.a.w. diganti oleh ulamak dan imam-imam mujtahid-mujahid serta pemimpin yang beriman dan bertaqwa. Pembaikan yang kita cari menerusi ‘nasihat untuk imam-imam’ ialah theqah (yakin) dan taat kepada mereka dan menegur mereka jika didapati mereka menyeleweng.  Selain memberi nasihat, sebagai pemimpin Rasulullah (SAW) sendiri biasa meminta nasihat dan diberikan nasihat dalam menguruskan ummah termasuk ketika peperangan.   Imam dan ulamak pewaris Nabi seharusnyalah memelihara sunnahnya ini.

Sesama muslim juga diberi tauliah saling nasihat-menasihati agar kesejahteraan Islam terpelihara. Hal ini dituntut sehingga menjadi satu daripada hak sesama muslim, iaitu memberi nasihat apabila dipinta.

"Apabila seseorang daripada kamu meminta nasihat, maka nasihatilah ia" (Hadith)

AMALAN PARA SAHABAT

Menjadi satu penghayatan di kalangan para sahabat Rasulullah SAW bertanya khabar keimanan masing-masing ketika bertemu, `Apa khabar iman kamu’? Ketika berpisah pula membaca Surah al-‘Ashr yang mengandungi nasihat padat supaya tidak disia-siakan umur malah terus beriman, beramal soleh, saling berpesan dengan  kebenaran, dan saling berpesan supaya istiqamah (berterusan/kekal) dengan Islam.

WASILAH-WASILAH(Jalan-Jalan) NASIHAT

Antara jalan-jalan untuk melaksanakan nasihat-menasihati ialah;

(a) Ta’alim (Ajar Mengajar)

Imam Bukhari meriwayatkan Nabi s.a.w. bersabda;

Sebaik-baik kamu ialah yang membaca Quran dan mengajarkannya kepada manusia’. (H.R. Bukhari)

Diriwayatkan bahwa Ibnu Qayyim al-Jauzi menyentuh isu kemajuan masyarakat dengan menganjurkan supaya pengajaran ilmu diutamakan daripada aspek pembangunan yang lain; yakni pembentukan ulamak serta majlis ajar-mengajar diperhebatkan. Katanya lagi yang memberi erti bahwa masyarakat akan bertambah baik jika ramai yang memburu ilmu.  Kerosakan dalam masyarakat antaranya adalah disebabkan oleh kurangnya ilmu maka untuk membaiki keadaan, ilmu perlu disebarkan-luaskan.  Orang yang tinggi kedudukannya disisi Allah juga adalah orang yang berilmu.  Pastilah akan lahir masyarakat yang baik sekiranya ahli masyarakat hampir dengan Allah SWT.

(b) Lisan yang afiat (sejahtera)

Sebegitu banyak lisan manusia terlalu sedikit yang mengakibatkan kesejahteraan akhirat mereka. Rasulullah s.aw. menyebut;

‘Percakapan anak Adam merugikannya kecuali (yang berunsur) amar ma’ruf, nahi mungkar dan mengingati Allah’. (Hadith)

Imam al-Ghazali berpendapat orang yang berilmu serta arif dalam percakapan lebih diutamakan bergaul dengan orang ramai daripada beribadah nawafil (sunat) demi membimbing mereka ke jalan haq (kebenaran).  Begitu juga Fudhail b. ‘Iyad menjelaskan keutamaan bergaul untuk membimbing ummat; "Orang yang paling berjaya di sisi kami ialah bukan mereka yang banyak solah dan puasa tetapi diukur dengan jiwa yang pemurah, berlapang dada dan melaksanakan nasihat terhadap ummat" Dakwah juga adalah dalam rangka memenuhi tuntutan nasihat-menasihati agar orang yang didakwahkan menghindarkan keburukan yang dilakukan sebelumnya serta memperbaiki dan membina dirinya menjadi muslim mukmin yang sebenar.

MEMBINA BIAH (SUASANA)  MENERUSI NASIHAT DAN QUDWAH (CONTOH)

Kita berhadapan dengan  zaman yang mencabar dengan dakyah jahiliyah dalam pelbagai bentuk; media bacaan, media eletronik,  dasar dan biah (suasana persekitaran.  Yang tinggal hanyalah ittisal fardi (hubungan peribadi) untuk membentuk persekitaran seperti yang dijelaskan di atas. Pergaulan harian digunakan untuk menyebarkan nasihat-menasihati.  Begitu juga menurut Abu Bakr al-Muzani; ‘Saiyidina Abu Bakr r.a tidak melebihi sahabat Rasulullah yang lain dengan solah dan puasa, tetapi dengan sesuatu yang ada di dalam hatinya. Yang ada di dalam hati beliau ialah kecintaan kerana Allah dan nasihat kepada makhluk-Nya.’

Membentuk biah (suasana persekitaran) yang baik ialah dengan berkata-kata nasihat atau yang mengandungi kebajikan. Jika tidak, diam lebih diutamakan. Dalam usaha tarbiyyah, diam adalah perlu untuk menyerap bahan fikrah (ilmu dan kefahaman yang disampaikan) setelah tiada apa  khair (kebaikan)  yang hendak diperkatakan.

…barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat hendaklah ia berkata yang khair (baik) atau diam…’ (Hadith)

Imam al-Ghazali menyebut;

"Awal perolehan ilmu pengetahuan ialah diam, mendengar, kemudian menyerap dan seterusnya mengamalkan ilmu dan menyebarkannya."

Diam kerana tiada idea untuk berkata pada suatu ketika bererti tiada khair(kebaikan) dalam fikiran ketika itu. Jika kita berkata-kata juga, mungkin ini akan membawa fitnah lisan (keburukan) kerana yang keluar dari lisan ketika itu tidak mengandungi kebaikan.

Wallahu a'lam

Rujukan:
Dr. Mustafa al-Bugha. Syarah Hadith 40 Imam Nawawi
Pustaka Salam. K. L. 1995. Hadith Ke-7


DEMI MASA

'DEMI MASA' manusia selalu terlupa.
1hari=24jam
Satu TAHUN ?
12 Bulan
52 Minggu
365 Hari
8760 Jam
525600 Minit
31536000 Detik 

Distribusi normal manusia meninggal dunia (tahun)
< 60th
> 70th
60th - 70th
(65th)
Chart
Kebanyakan manusia meninggal dunia antara usia 60 thn-70thn (majoriti)
Puratanya manusia meninggal ± 65 th 

"Baligh: Start untuk seseorang di perhitungkan amal baik atau buruknya selama hidup di dunia"
Laki-laki Baligh ± 15 tahun
Wanita Baligh ± 12 tahun
Usia Yang ada untuk kita beribadah kepada-Nya, puratanya:
Mati - Baligh = Baki Usia, :~ 65 - 15 = 50 tahun
50 tahun digunakan untuk apa?

Catatan:
50 tahun=
18250 hari=
458000 jam
12 jam siang hari
12 jam malam hari
24 jam satu hari satu malam

Gambaran kasarnya:
Mari kita muhasabah bersama..... ....!
Waktu kita tidur ± 8 jam/hari ;
Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai tidur 18250 hari x 8 jam= 146000 jam= 16 tahun 7 bulan; dibulatkan jadi 17 tahun
Logiknya: Alangkah sayangnya waktu 17 tahun habis di gunakan untuk tidur, padahal kita akan tertidur dari dunia untuk selamanya... ....

Waktu aktiviti kita di siang hari ± 12 jam
Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai untuk aktiviti:
18250 hari x 12 jam= 219000 jam = 25 tahun
Aktiviti disiang hari: Ada yang bekerja, atau bercinta, ada yang belajar atau mengajar, ada yang sekolah atau kuliah, ada yang makan sambil jalan-jalan, dan banyak lagi.

Waktu rehat ± 4 jam
Dalam 50 tahun waktu yang dipakai untuk rehat 18250 hari x 4 jam= 73000 jam = 8 tahun
Rehat: menonton tv, atau mungkin dihabiskan termenung di buai khayalan.... ..
17 tahun + 25 tahun + 8 tahun = 50 tahun

Lalu Bila Nak Beribadah???
Padahal Allah ada berfirman yang bermaksud; "Tidak KUciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKU".
Maut datang menjemput tak pernah bersahut,
Malaikat datang menuntut untuk merenggut,
Manusia tak kuasa untuk berkata-kata,
Allah Maha Kuasa atas syurga dan Neraka,
Terimalah habuanmu seadanya..
Memang benar!!! Menuntut ilmu itu ibadah, kalau niatnya untuk ibadah, tetapi kebanyakannya belajar agar mudah mencari pekerjaan..
Sekiranya belajar itu tidak membantu menambah pendapatan kita, kita tidak akan belajar...
Memang benar!!! Bekerja cari nafkah itu ibadah, tapi bekerja yang bagaimana?
Ramai orang bekerja untuk hidup bermewah-mewahan dan amat kurang sedekahnya.
" Jarang ada yang menolak untuk dipuji dan dipuja tatkala berjaya "

Lalu Bila Nak Beribadah???
Oh! mungkin solat 5 waktu itu dianggap sudah mencukupi... !
Karena kita fikir; solat wajib besar pahalanya, solat amalan pertama yang dihisab, solat jalan untuk membuka pintu syurga...Benarkah solat kita itu mencukupi dan diterima !!?

Berapa banyak solat kita dalam 50 tahun???
1 solat = ± 10 minit ..... 5x solat = ± 1 jam
Dalam waktu 50 tahun waktu yang terpakai utk solat = 18250 hari x I jam =18250 jam= 2 tahun

Kesimpulan:waktu yang kita manfaatkan dalam 50 tahun di dunia cuma 2 tahun untuk solat ( ini kalau yg solat 10minit! Kalau solat macam ayam patuk tanah..amacam? ) 2 tahun dari 50 tahun kesempatan kita....
itupun belum tentu solat kita bermakna berpahala dan di terima. Dan sekiranya pahala solat kita selama 2 tahun tidak sebanding dengan perbuatan dosa-dosa kita selama 50 tahun;dalam percakapan kita yang selalu dusta, baik yang sengaja ataupun tidak, dalam pertuturan kita yang sering mengguris orangtua kita, dalam harta kekayaan kita yang selalu kedekut terhadap orang faqir, dalam setiap perbuatan kita yang selalu bergelumang dosa...

Logiknya:
Bukan satu yang mustahil kita umat akhir zaman akan berhamburan di neraka untuk mendapatkan balasan kelalaian... . .........
Terlalu banyak masa yang terbuang percuma selama manusia hidup di dunia dan semuanya itu akan menjadi bencana..... .......

Penyelesaian:
Tiada kata terlambat walaupun waktu berlalu cepat, isilah ia dengan sesuatu yang bermanfaat!! !!!!!
Ingatlah negeri kita...Akhirat

TAMAT
"Bukan suatu paksaan untuk di sebarluaskan"
"Saling mengingatkan sesama bukanlah hal binasa'' 

Regards, 
Mohd Idham Saparuddin 
Operational & Services Unit, 
Finance Department, 
MTBE/Polypropylene (M) Sdn Bhd. 
(wholly-owned subsidiaries of )) 
Tel: 09-5856875 Fax: 09-5834743 
Email: idham_saparuddin@ petronas. com.my 


Kepada para peniaga dan usahawan yang dah berjaya ataupun gagal dalam perniagaan MLM
JOM !! kita layari laman-laman berikut. Jangan lupa yang ni pun MLM juga tapi MLM yang ini tak ada istilah gagal, 
insyaAllah berjaya dunia dan akhirat. 
Mari Lihat MasjidMari Lepak Masjid

Masjid Negara Kuala Lumpur> Masjid Putrajaya>

BERITA TERKINI


IKLANKAN PRODUK & PERKHIDMATAN ANDA DI SINI





PENGENALANDIREKTORI USAHAWAN MUSLIMDANA SMIPELUANGPRODUK & PERKHIDMATANIKLAN & PROMOSI
PAUTAN USAHAWANBULETIN USAHAWANKOLEKSI BLOG PILIHANPROGRAM-PROGRAM AFFILIATE.....HUBUNGI KAMI