 
Singapura
: 25 Februari 2009
DIREKTORI
USAHAWAN MUSLIM DI INTERNET
Jalin
rangkaian dan promosi produk atau khidmat
Oleh
: Atiyyah Mohd Said
PARA
peniaga dan usahawan Singapura kini boleh memanfaatkan sebuah direktori
dalam talian yang ditubuhkan oleh sebuah syarikat Malaysia untuk membolehkan
mereka menjalin rangkaian dan mempromosi serta memasarkan produk dan perkhidmatan
masing-masing...
"Bukan
Senang Nak Senang, dan Bukan Susah Nak Susah"
Ungkapan
di atas seringkali kita dengar. Dalam minda bermain-main antara maksud
positif dan negatif. Pertama, seolah-olah, sudah tahu memang -SUSAH -
dan
kedua..Kalau nak SENANG...Mesti Bersusah Dahulu...
Pelbagai
Produk Terbaru - Newbie jadi mangsa..
Written
by Admin on February 5, 2009 – 1:31 am -
Saya
nak berkongsi dan mengajak anda semua bertukar-tukar pendapat berkenaan
dengan tajuk kat atas ni. Bukannya apa, kebelakangan ni saya selalu terima
email berkenaan ‘Pelbagai Produk Terbaru’ ni..Subscriber dan newbie macam
dijadikan mangsa pulak untuk semua benda ni.
Jati
Diri Seorang Usahawan Muslim
Para
pengunjung laman web usahawan Muslim yang dirahmati Allah,
Mungkin
ramai yang tertanya-tanya entah apa gerangan tiba-tiba yang beku menjadi
cair, yang keras beransur lunak, yang bersimpang siur seolah-olah berangsur
bergerak perlahan-lahan mencari satu arah, seperti ada daya magnet luar
biasa yang menarik ke satu paksi yang mampu memberi jaminan keselamatan,
ketenangan dan kesejahteraan....
 
Orang-orang
Yang Didoakan Oleh Malaikat
Allah
SWT berfirman, "Sebenarnya (malaikat
- malaikat itu) adalah hamba - hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya
dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah - perintah-Nya.
Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang
mereka, dan mereka tidak memberikan syafa'at melainkan kepada orang - orang
yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati - hati karena takut kepada-Nya"(QS
Al Anbiyaa' 26-28)
Inilah
orang - orang yang didoakan oleh para malaikat:
1.
Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Imam
Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW
bersabda yang bermaksud, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci,
maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan
bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena
tidur dalam keadaan suci'" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh
Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)
2.
Orang yang duduk menunggu shalat.
Imam
Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda
yang bermaksud, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk
menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat
akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'"
(Shahih Muslim no. 469)
3.
Orang - orang yang berada di shaf bagian depan di dalam shalat.
Imam
Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra., bahwa Rasulullah
SAW bersabda yang bermaksud,"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya
bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan"
(hadits
ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)
4.
Orang - orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan sebuah kekosongan
di dalam shaf).
Para
Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim
meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud,
"Sesungguhnya
Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang menyambung
shaf - shaf" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam
Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)
5.
Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai membaca Al
Fatihah.
Imam
Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda
yang bermaksud, "Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim
waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa
ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni
dosanya yang masa lalu" (Shahih Bukhari no. 782)
6.
Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
Imam
Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda yang
bermaksud, " Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu
diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan
shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah
ampunilah dan sayangilah ia'" (Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad
Syakir menshahihkan hadits ini)
7.
Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.
Imam
Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda
yang bermaksud, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh
lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah
bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada
siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu
shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat
'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari
tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan
hambaku ?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan
shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat,
maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (Al Musnad no. 9140, hadits
ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)
8.
Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Diriwayatkan
oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra., bahwasannya Rasulullah SAW bersabda
yang bermaksud, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan
tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan.
Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap
kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat
tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'"
(Shahih
Muslim no. 2733)
9.
Orang - orang yang berinfak.
Imam
Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah
SAW bersabda yang bermaksud, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya
seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu
diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang
berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang
yang pelit'" (Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)
10.
Orang yang makan sahur.
Imam
Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar
ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud, "Sesungguhnya
Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang - orang yang makan
sahur" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih
At Targhiib wat Tarhiib I/519)
11.
Orang yang menjenguk orang sakit.
Imam
Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda
yang bermaksud, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali
Allah akan mengutus 70,000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya
di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga
shubuh" (Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, "Sanadnya
shahih")
12.
Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
Diriwayatkan
oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW
bersabda yang bermaksud, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli
ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian.
Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya
dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan
kepada orang lain" (dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab
Shahih At Tirmidzi II/343)
___________________________
Regards,
Mohd Idham Saparuddin
Operational
& Services Unit, Finance Department, MTBE/Polypropylene (M) Sdn Bhd.(wholly-owned
subsidiaries of )
Tel:
09-5856875 Fax: 09-5834743 Email: idham_saparuddin@ petronas. com.my
 
Apa
Yang Perlu Anda Buat
Untuk
Menjadi Jutawan?
Oleh:
Irfan Khairi
Pastinya
anda ingat rancangan game show yang sangat popular satu masa dahulu. So,
Who Wants To Be A Millionaire? Anda ingin menjadi jutawan? Sekiranya YA,
maka, berikut ada beberapa checklist untuk melihat sama ada anda layak
untuk jadi Jutawan!
**Jutawan
kerja > 70 seminggu.
Dan
bila sebut kerja, ianya betul-betul maksud kerja. Tidak membuang masa bersembang
dan melakukan aktiviti-aktiviti yang membuang masa. Sering kali, merekalah
yang awal sampai pejabat, dan paling lewat tinggalkan pejabat. Minda dan
jiwa fokus pada kerja yang perlu dilakukan. Sekiranya anda bekerja <40
jam seminggu, maka anda perlu lipat kali gandakan usaha anda!
**Jutawan
tahu secara jelas dan terperinci apa yang diinginkan.
Matlamat
mereka adalah jelas dan jitu. Matlamat mereka adalah besar dan sukar untuk
dicapai- tetapi, tidak mustahil. Mereka yakin bahawa tidak kira besar mana
pun matlamat yang di letakkan, pastinya ia akan tercapai. Keyakinan dan
kejituan diri sendiri mengejar matlamat inilah mendahulukan mereka berbanding
orang-orang
lain.
Sekiranya anda tidak mempunyai matlamat yang jelas dan terperinci, jangan
teruskan bacaan anda. Berhenti dan tetapkan matlamat terlebih dahulu!
**Jutawan
tahu untuk berjaya, mereka perlu bantuan orang lain.
Bantuan
dari segi ilmu, bantuan dari segi kewangan, bantuan dari segi sokongan,
bantuan dari segi tenaga, bantuan dari segi idea dan sebagainya. 84% kejayaan
seseorang bergantung kepada mereka yang dikelilingnya. Untuk berjaya, perlu
sering bersama orang-orang yang berjaya. Sekiranya anda fikirkan anda "one
man show" dan tidak
mempunyai
kenalan-kenalan yang berjaya, maka, GET OUT THERE! Kenali mereka mereka
yang berjaya dan pelajari daripada mereka.
**Jutawan
banyak membaca. Leaders are readers.
Ilmu
adalah senjata yang paling penting bagi jutawan. Sekiranya hilang satu
juta ringgit, jutawan akan tahu cara untuk menjana dua juta ringgit lagi
kerana aset yang paling penting bagi seseorang jutawan adalah aset ilmu
di dada. Ilmu diperolehi daripada bacaan. Sekiranya anda tidak suka membaca,
ketahuilah bahawa anda akan ditinggalkan oleh mereka yang banyak membaca.
**Tidak
seperti sangkaan ramai, kebanyakan jutawan tidak suka berbelanja sesuka
hati.
Mereka
tahu betapa sukarnya untuk memperolehi harta dan mereka sayangkan harta.
Wang ringgit tidak
digunakan
secara membazir. Sering kali golongan jutawan menggunakan wang untuk membina
lagi aset-aset seperti rumah, tanah dan pelaburan. Sekiranya anda fikirkan
jutawan adalah seperti yang sering dipaparkan di kaca TV,suka membazir,
maka, perbetulkan perspektif anda dahulu. Golongan ini mungkin ada, tetapi,
teramat kecil. Mulakan langkah anda dengan tidak membazir.
**Jutawan
banyak memberi.
Menurut
buku Dr Thomas Stanley, "The Millionaire's Mind" antara sikap-sikap jutawan
adalah suka memberi. Hadis juga ada mengatakan bahawa sekiranya kita memberi
satu dengan ikhlas, 10 akan kembali kepada kita. Jadi, sekiranya anda jenis
kedekut dan tidak suka memberi, maka maaf, kelab jutawan bukanlah untuk
anda!
**Walaupun
bukan satu kemestian, kebanyakan jutawan lahirnya dalam bidang perniagaan.
Malah,
74% Jutawan adalah hasil daripada perniagaan. Jadi, di sini adalah klu
paling besar bagaimana hendak
menjadi
juatwan- mulakan perniagaan! Sekiranya anda tidak berminat dalam perniagaan
dan anda lebih suka kerja di bawah orang, maka ianya menjadi semakin sukar
untuk mencapai jutawan. Tidak mustahil, tetapi, lebih sukar... dan mengambil
masa yang lebih lama!
**Jutawan
tahu bahawa ianya tiada jalan pintas untuk menjadi kaya.
Ianya
perlu ilmu dan usaha keras siang dan malam. Maaf, no short cuts here! Sekiranya
anda fikir bahawa ada caranya untuk buat duit banyak dengan cepat, duduk
rumah goyang kaki boleh dapat duit berjuta, dan tanpa usaha yang setimpal,
wang akan jatuh ke riba anda, maka anda silap, silap dan silap! Memikirkan
bahawa terdapat cara mudah menjana wanglah terjadinya ramai "Mat jenin
jutawan" terperangkap dengan penipuan-penipuan scam dan skim-skim cepat
kaya.
Sekiranya
anda setuju dengan checklist di atas, maka, selamat datang ke kelab jutawan!
Anda telah melalui langkah pertama dan besedia untuk "bertanding" dalam
"Who Wants To Be A Millionaire" edisi realiti. Tetapi, perlu berpijak di
bumi yang nyata. Membaca segalanya di atas dan memahaminya adalah satu
perkara. Mempraktikkan apa yang di baca dan mengaplikasikannya setiap hari
dan setiap masa, adalah perkara yang lain. Kata-kata berbunyi "Knowledge
is power" sebenarnya salah. Ilmu bukanlah satu kekuatan dan kehebatan.
Ilmu
yang DIAPLIKASIKAN adalah kekuatan yang sebenar.
____________________________________________
40
orang terkaya Malaysia
Forbes.com
menyenaraikan 40 orang terkaya di Malaysia:
1.Robert
Kuok 2.Ananda Krishnan 3.Lee Shin Cheng 4.Teh Hong Piow 5.Lee Kim Hua &
family
6.Quek
Leng Chan 7.Yeoh Tiong Lay & family 8.Syed Mokhtar AlBukhary 9.Vincent
Tan 10.Tiong Hiew King
11.Azman
Hashim 12.William H. J. Cheng 13.Lee Swee Eng 14.Ong Beng Seng 15.Lim Kok
Thay
16.Vinod
Sekhar 17.Lee Oi Hian 18.Yaw Teck Seng 19.Anthony Fernandes 20.Mokhzani
Mahathir
21.Kamarudin
Meranun 22.Jeffrey Cheah 23.Lee Hau Hian 24.Chong Chook Yew 25.Yaw Chee
Ming
26.G.
Gnanalingam 27.Lim Wee Chai 28.Kua Sian Kooi 29.Lau Cho Kun 30.Abdul Hamed
Sepawi
31.David
Law Tien Seng 32.Tiah Thee Kian 33.Liew Kee Sin 34.Ahmayuddin bin Ahmad
35.Eleena Azlan Shah
36.Lin
Yun Ling 37.Ong Leong Huat 38.Lim Thian Kiat 39.Khoo Kay Peng 40.Nazir
Razak
 
SUSAH
DAN SENANG
Apakah
yang menjadi sebab bagi sesuatu tindakan kita? Adakah kita pernah melakukan
sesuatu tindakan tanpa sebarang sebab? Percayakah kita bahawa apa juga
sebab bagi sesuatu tindakan itu dapat dirumuskan kepada dua kategori iaitu
sama ada untuk mengelakkan kesusahan atau untuk mendapatkan kesenangan?
Jika rumusan ini benar mengapakah kita perlu memahami persoalan ini dalam
konteks kehidupan seorang muslim? Untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut,
rencana ini akan cuba menerangkan tiga perkara berikut:
-
Apakah
yang dimaksudkan dengan mengelak kesusahan dan mendapat kesenangan?
-
Apakah
hubungan ‘mengelak kesusahan dan mendapat kesenangan’ dalam kehidupan seorang
usahawan muslim?
-
Apakah
tindakan yang sepatutnya kita ambil.
KESUSAHAN
DAN KESENANGAN
Sebenarnya
kita mempunyai sebab tertentu bagi setiap tindakan yang kita lakukan. Sebagai
contoh, kita semua memasuki sekolah sejak berumur enam tahun hingga tamat
tingkatan tiga, lima atau enam. Setelah tamat persekolahan kita menyambung
pengajian di universiti atau institusi lain. Persoalannya, mengapakah kita
perlu menuntut ilmu dalam jangka masa yang begitu lama? Jawapannya mungkin
berbagai-bagai seperti untuk: (a) menambah ilmu, (b) mendapat kelulusan
yang tertinggi, (c) mendapat peluang kerjaya yang lebih baik, (d) mendapat
pengaruh dalam masyarakat, (e) mendapat keredaan Allah, dan lain-lain.
Sebenarnya semua alasan tersebut dapat dikategorikan sebagai kesenangan.
Jadi, kesenangan yang dimaksudkan di sini meliputi pelbagai perkara yang
diingini oleh manusia. Sebaliknya, jawapan bagi soalan di atas boleh juga
dijawab seperti untuk: (a) mengelakkan buta huruf dan kebodohan, (b) mengelakkan
kemiskinan, (c) mengelakkan diri daripada dipandang hina, (d) mengelakkan
kemurkaan Allah, dan lain-lain yang seumpamanya. Jawapan ini pula dapat
dikategorikan sebagai kesusahan. Ini bermakna kesusahan juga meliputi banyak
perkara yang sememangnya tidak disukai oleh manusia.
Cuba
kita imbas kembali dan fikirkan secara mendalam: adakah kita pernah melakukan
sesuatu tanpa sebab tertentu? Sebenarnya lebih besar sebab atau alasan
yang menjadi pendorong sesuatu tindakan, maka lebih besar pula usaha dan
pengorbanan yang kita curahkan. Kemudian fikirkan juga: adakah terdapat
sebab musabab yang tidak dapat dikategorikan sebagai kesenangan dan kesusahan?
Pada hakikatnya tidak ada perkara yang kita lakukan tanpa sebab dan semuanya
tidak terlepas daripada dua kategori tersebut.
Bagaimanapun
mengelakkan kesusahan merupakan sebab yang lebih kuat untuk kita melakukan
sesuatu. Umpamanya, alasan untuk mengelakkan kemiskinan adalah lebih besar
kesannya jika dibandingkan dengan alasan untuk menambah kekayaan, dalam
mendorong seseorang untuk berusaha mencari rezeki. Begitu juga dalam soal
menjaga maruah, mengelakkan kehinaan adalah lebih besar kesannya daripada
meningkatkan darjat kemuliaan. Seseorang akan menjadi lebih marah apabila
diri atau keluarganya dihina dan terhina.
HUBUNGANNYA
DALAM KEHIDUPAN SEORANG USAHAWAN MUSLIM
Persoalan
yang lebih besar yang perlu kita fikirkan secara berterusan ialah untuk
apakah kita hidup di muka bumi ini dan kenapakah kita perlu menjadi seorang
usahawan muslim. Pernahkah kita bertanya kepada diri kita sendiri, “Untuk
apakah kita bangun pada setiap pagi dan kemudian pergi bekerja serta melakukan
berbagai-bagai urusan?” Kita perlu memikirkan secara berterusan supaya
kita sentiasa merasai keperluannya. Jika kita tidak merasai keperluan yang
betul, maka keperluan yang salah akan menguasai fikiran kita. Ini bermakna
kita hidup untuk sebab yang ditentukan oleh suasana di sekeliling kita
sama ada kita sedari ataupun tidak. Oleh itu kita perlu melihat apakah
sebab yang telah digariskan oleh Allah sendiri di dalam al-Quran yang mulia.
Mari kita fikirkan dan renungi firman Allah dalam Surah al-Kahfi, ayat
29 hingga 31yang bermaksud:
"Dan
katakanlah, kebenaran itu datangnya daripada Tuhanmu, maka sesiapa yang
ingin (beriman), hendaklah ia beriman dan sesiapa yang ingin (kafir) biarlah
ia kafir.
Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang yang zalim itu neraka yang
bahang panasnya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minuman, nescaya
mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan
mereka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirehat yang paling
tidak diingini.
Sesungguhnya orang yang beriman dan beramal saleh tentulah Kami tidak akan
mensia-siakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalannya dengan baik.
Bagi mereka itulah syurga ‘Adn yang mengalir sungai di bawahnya. Dalam
syurga itu mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian
hijau yang diperbuat daripada sutera halus dan sutera tebal sedang mereka
duduk sambil bersandar di atas singgahsana yang indah. Itulah pahala yang
sebaik-baiknya dan tempat istirehat yang paling menawan.”
Dalam
ayat 29, Allah SWT menegaskan bahawa kebenaran itu datangnya daripada Allah
sendiri. Ini bermakna kebenaran daripada Allah yang meliputi keimanan terhadap
kewujudan dan kekuasan-Nya, keimanan terhadap perkara-perkara ghaib dan
keimanan terhadap Islam adalah datangnya daripada Allah SWT sendiri. Allah
SWT juga memberi kata dua iaitu terpulanglah kepada setiap individu untuk
membuat pilihan sama ada mahu beriman ataupun tidak. Ini bermakna setiap
diri perlu membuat keputusan yang sangat besar iaitu mahu beriman atau
mahu menjadi kafir. Walaupun demikian Allah SWT tidak membiarkan manusia
untuk membuat keputusan yang sangat besar ini tanpa menyediakan sebab yang
jelas. Sebaliknya, Allah SWT telah menyediakan dua sebab besar iaitu (i)
untuk mengelakkan azab neraka dan (ii) untuk mendapatkan syurga.
Pada
hakikatnya apakah kesusahan yang lebih besar daripada kesusahan di neraka?
Apakah azab yang lebih besar daripada azab di neraka? Adakah kita dapat
mencari satu bentuk kesusahan di dunia yang dapat menandingi atau melebihi
kesusahan di akhirat? Tentu sekali kita bersetuju bahawa tidak ada kesusahan
atau azab dunia yang lebih besar daripada kesusahan atau azab akhirat.
Bahkan apa juga kesusahan atau azab di dunia ini adalah jauh lebih kecil
daripada kesusahan dan azab akhirat. Begitulah juga dengan kesenangan atau
nikmat syurga yang semestinya jauh lebih tinggi dan jauh lebih berkualiti
dengan segala bentuk kesenangan atau nikmat duniawi. Jadi bukankah ini
merupakan sebab yang sebenar untuk kita menjadi usahawan muslim yang sebenar?
Cuba
lihat pula firman Allah SWT dalam Surah as-Saff ayat 10 yang bermaksud:
“Wahai
orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat
menyelamatkan kamu daripada azab yang pedih?”
Sekali
lagi Allah menjadikan sebab untuk mengelakkan azab neraka sebagai suatu
tawaran kepada orang yang beriman. Mengapakah Allah tidak menjanjikan balasan
syurga sebagai tawaran yang pertama? Sesungguhnya Allah SWT yang menciptakan
manusia lebih tahu tentang jiwa manusia.
TINDAKAN
YANG SEPATUTNYA KITA AMBIL
Apakah
tindakan yang sepatutnya kita ambil supaya kita dapat menjadi seorang usahawan
muslim mukmin yang sebenarnya? Apakah tindakan yang dapat menjadikan kita
seorang usahawan muslim mukmin yang mempunyai sebab yang jelas dan kuat.
Mudah-mudahan dengan sebab yang jelas ini kita tidaklah menjadi seorang
usahawan muslim hanya pada nama sahaja. Sebaliknya kita menjadi seorang
usahawan muslim yang benar-benar merasai keislaman kita dan seterusnya
hidup dengan menjiwai Islam sepenuhnya.
Oleh
demikian, pertama sekali kita perlu jelas tentang perkara yang perlu kita
lakukan iaitu segala tuntutan Islam ke atas kita. Di sini kita perlu memahami
Islam sebagai satu sistem yang meliputi seluruh aspek kehidupan. Kita juga
perlu memahami bagaimanakah cara untuk menegakkan sistem Islam. Setelah
kita memahami tuntutan Islam yang perlu kita laksanakan mengikut marhalah
(peringkat) dan keperluannya, kita perlu pula mencari sebab yang sebenar
yang dapat mendorong kita untuk berusaha dan bekerja. Di sinilah kita perlu
berusaha keras dan berdoa dengan bersungguh-sungguh supaya Allah SWT memberikan
keyakinan yang mendalam terhadap kewujudan neraka dan syurga. Kita perlu
berdoa semoga Allah SWT mencampakkan rasa takut yang sebenarnya terhadap
neraka yang penuh dengan azab yang mengerikan. Kita berdoa semoga Allah
menjadikan rasa takut terhadap neraka itu jauh lebih besar daripada rasa
takut terhadap segala bentuk azab dunia. Pada waktu yang sama kita perlu
berdoa semoga Allah SWT mencampakkan rasa cinta terhadap syurga-Nya yang
penuh dengan segala macam kenikmatan supaya kita dapat merasai ianya jauh
lebih tinggi daripada kecintaan kepada segala bentuk nikmat duniawi.
Untuk
meningkatkan keimanan terhadap Allah SWT, neraka dan syurga, kita perlu
mengikut jalan yang syara’. Sebenarnya Allah SWT sendiri telah menyediakan
wasilah dalam bentuk ibadah khusus, termasuk: membaca al-Quran dengan memahami
pengertiannya; solat dengan penuh khusyu’; puasa dengan menjaga lintasan-lintasan
hati; zikir dengan penuh tawadhu’; dan lain-lain.
KESIMPULAN
Sebagai
kesimpulan, kita dapat katakan bahawa setiap perkara yang kita lakukan
mempunyai sebab-musabab tertentu. Sebab-musabab itu sebenarnya dapat dikategorikan
kepada dua iaitu sama ada untuk mengelakkan kesusahan ataupun untuk mendapat
kesenangan. Sebagai seorang usahawan muslim kita perlu merasai bahawa kita
mempunyai sebab-musabab yang sangat besar dan hakiki dalam usaha kita untuk
membangun dan menggerak ekonomi ummah dan seterusnya menegakkan sistem
Islam yang syumul(menyeluruh) dalam kehidupan ini.
Oleh
demikian tugas kita ialah memproses hati kita supaya dapat benar-benar
merasai dan meyakini kewujudan Allah SWT, neraka yang mengerikan dan syurga
yang menggembirakan. Ketakutan kita terhadap neraka mestilah melebihi ketakutan
kita terhadap segala bentuk azab duniawi manakala kecintaan kita terhadap
nikmat syurga juga mesti melebihi kecintaan kita terhadap segala bentuk
nikmat duniawi. Mudah-mudahan dengan keyakinan tersebut kita akan menjadi
usahawan muslim dan mukmin yang bekerja dan berusaha tanpa mengenal jemu
dan letih sehinggalah kita dipanggil balik oleh Allah SWT kerana kita mempunyai
sebab yang sebenar - susah yang sebenar (neraka) dan senang yang sebenar
(syurga).
Wallahu
A'lam....
 
Nasihat
Menasihati
Nasihat-menasihati
membawa manusia kepada kebaikan dan menjauhkannya dari kerugian.
Ianya untuk semua golongan tanpa kecuali samada golongan muda atau tua,
baru atau lama, makmum atau imam, dipimpin atau memimpin. Perkataan
asalnya dalam bahasa Arab ialah ‘Nasah’ bererti mencantum kain yang tercarik,
atau menapis madu lebah yang bercampur debunga sehingga bersih. Maka
nasihat membawa maksud untuk membaiki keadaan yang rosak atau untuk meningkatkan
mutunya dan inginkan kebaikan.
Hassan al-Basri meriwayatkan
setengah sahabat Nabi s.a.w. berkata;
"Demi
Tuhan yang diriku dalam genggaman-Nya, sekiranya kamu suka pasti aku bersumpah
dengan nama Allah kepada kamu; Sesungguhnya sekasih-kasih hamba kepada
Allah ialah mereka yang menjadikan Allah mengasihi hamba-Nya dan menjadikan
hamba mengasihi-Nya serta berusaha menyebarkan nasihat di atas bumi."
KEPENTINGAN
Nasihat-menasihati amat penting.
Sejauhmana deen Islam dapat difahami dan diamalkan bergantung kepada suasana
nasihat-menasihati sesama mukmin. Hakikat ini berdasarkan hadith yang masyhur;
"Deen
itu ialah nasihat. Mereka (sahabat-sahabat r.hum) bertanya; Untuk
siapa? Baginda menjawab; untuk Allah, dan Kitab-Nya, dan Rasul-Nya, dan
imam-imam muslimin, dan seluruh muslimin." (H.R.
Muslim)
Ternyata kelangsungan Islam
sangat dipengaruhi oleh kemahuan memberi dan menerima nasihat. Para ulamak
merumuskan bahawa pusingan (peredaran) Islam berpaksi atas hadith tersebut
di atas. Islam berkembang dan membangun apabila nasihat-menasihati
tersebar luas dan umat Islam menuju kelemahan dan keruntuhan apabila nasihat-menasihati
ditinggalkan.
Berdasarkan hadith di atas,
secara ringkasnya ‘nasihat untuk Allah’ (dalam ertikata mencari kebaikan)
ialah dengan beriman kepada-Nya, bermatlamatkan Dia, marah
dan benci kerana-Nya dan iltizam (terikat) dengan syariat-Nya.
Kitab Al-Quran menganjur
haq (kebenaran) dan khair (kebaikan) dan menolak batil dan syarr (kejahatan).
‘Nasihat untuk kitab’ (khususnya al-Quran) ialah mengimani sumber
samawinya (diturunkan oleh Allah). Manakala untuk mendapat kebaikan darinya
ialah dengan membaca, memahami dan melaksanakan tuntutan yang terkandung
dalam kitab Allah ini.
‘Nasihat untuk Ar-Rasul’
s.a.w. pula ialah akur kepada risalahnya iaitu untuk menyelamatkan
manusia, serta mengabdikan diri kita dalam sunnahnya yang meliputi
semua urusan dunia. Kita juga perlu mengimani bahawa jalan hidup yang berjaya
ialah jalan hidup berdakwah kepada al-Khair (al-Islam).
Selanjutnya ketiadaan diri
Ar-Rasul s.a.w. diganti oleh ulamak dan imam-imam mujtahid-mujahid serta
pemimpin yang beriman dan bertaqwa. Pembaikan yang kita cari menerusi ‘nasihat
untuk imam-imam’ ialah theqah (yakin) dan taat kepada mereka dan menegur
mereka jika didapati mereka menyeleweng. Selain memberi nasihat,
sebagai pemimpin Rasulullah (SAW) sendiri biasa meminta nasihat dan diberikan
nasihat dalam menguruskan ummah termasuk ketika peperangan.
Imam dan ulamak pewaris Nabi seharusnyalah memelihara sunnahnya ini.
Sesama muslim juga diberi
tauliah saling nasihat-menasihati agar kesejahteraan Islam terpelihara.
Hal ini dituntut sehingga menjadi satu daripada hak sesama muslim, iaitu
memberi nasihat apabila dipinta.
"Apabila
seseorang daripada kamu meminta nasihat, maka nasihatilah ia"
(Hadith)
AMALAN PARA SAHABAT
Menjadi satu penghayatan
di kalangan para sahabat Rasulullah SAW bertanya khabar keimanan masing-masing
ketika bertemu, `Apa khabar iman kamu’? Ketika berpisah pula membaca Surah
al-‘Ashr yang mengandungi nasihat padat supaya tidak disia-siakan umur
malah terus beriman, beramal soleh, saling berpesan dengan kebenaran,
dan saling berpesan supaya istiqamah (berterusan/kekal) dengan Islam.
WASILAH-WASILAH(Jalan-Jalan)
NASIHAT
Antara jalan-jalan untuk
melaksanakan nasihat-menasihati ialah;
(a) Ta’alim (Ajar Mengajar)
Imam Bukhari meriwayatkan
Nabi s.a.w. bersabda;
‘Sebaik-baik
kamu ialah yang membaca Quran dan mengajarkannya kepada manusia’.
(H.R. Bukhari)
Diriwayatkan bahwa Ibnu Qayyim
al-Jauzi menyentuh isu kemajuan masyarakat dengan menganjurkan supaya pengajaran
ilmu diutamakan daripada aspek pembangunan yang lain; yakni pembentukan
ulamak serta majlis ajar-mengajar diperhebatkan. Katanya lagi yang memberi
erti bahwa masyarakat akan bertambah baik jika ramai yang memburu ilmu.
Kerosakan dalam masyarakat antaranya adalah disebabkan oleh kurangnya ilmu
maka untuk membaiki keadaan, ilmu perlu disebarkan-luaskan. Orang
yang tinggi kedudukannya disisi Allah juga adalah orang yang berilmu.
Pastilah akan lahir masyarakat yang baik sekiranya ahli masyarakat hampir
dengan Allah SWT.
(b) Lisan yang afiat (sejahtera)
Sebegitu banyak lisan manusia
terlalu sedikit yang mengakibatkan kesejahteraan akhirat mereka. Rasulullah
s.aw. menyebut;
‘Percakapan
anak Adam merugikannya kecuali (yang berunsur) amar ma’ruf, nahi mungkar
dan mengingati Allah’. (Hadith)
Imam al-Ghazali berpendapat
orang yang berilmu serta arif dalam percakapan lebih diutamakan bergaul
dengan orang ramai daripada beribadah nawafil (sunat) demi membimbing mereka
ke jalan haq (kebenaran). Begitu juga Fudhail b. ‘Iyad menjelaskan
keutamaan bergaul untuk membimbing ummat; "Orang
yang paling berjaya di sisi kami ialah bukan mereka yang banyak solah dan
puasa tetapi diukur dengan jiwa yang pemurah, berlapang dada dan melaksanakan
nasihat terhadap ummat". Dakwah juga adalah dalam
rangka memenuhi tuntutan nasihat-menasihati agar orang yang didakwahkan
menghindarkan keburukan yang dilakukan sebelumnya serta memperbaiki dan
membina dirinya menjadi muslim mukmin yang sebenar.
MEMBINA BIAH (SUASANA)
MENERUSI NASIHAT DAN QUDWAH (CONTOH)
Kita berhadapan dengan
zaman yang mencabar dengan dakyah jahiliyah dalam pelbagai bentuk; media
bacaan, media eletronik, dasar dan biah (suasana persekitaran.
Yang tinggal hanyalah ittisal fardi (hubungan peribadi) untuk membentuk
persekitaran seperti yang dijelaskan di atas. Pergaulan harian digunakan
untuk menyebarkan nasihat-menasihati. Begitu juga menurut Abu Bakr
al-Muzani; ‘Saiyidina Abu Bakr r.a tidak melebihi sahabat Rasulullah yang
lain dengan solah dan puasa, tetapi dengan sesuatu yang ada di dalam hatinya.
Yang ada di dalam hati beliau ialah kecintaan kerana Allah dan nasihat
kepada makhluk-Nya.’
Membentuk biah (suasana persekitaran)
yang baik ialah dengan berkata-kata nasihat atau yang mengandungi kebajikan.
Jika tidak, diam lebih diutamakan. Dalam usaha tarbiyyah, diam adalah perlu
untuk menyerap bahan fikrah (ilmu dan kefahaman yang disampaikan) setelah
tiada apa khair (kebaikan) yang hendak diperkatakan.
‘…barangsiapa
yang beriman kepada Allah dan hari akhirat hendaklah ia berkata yang khair
(baik) atau diam…’ (Hadith)
Imam al-Ghazali menyebut;
"Awal
perolehan ilmu pengetahuan ialah diam, mendengar, kemudian menyerap dan
seterusnya mengamalkan ilmu dan menyebarkannya."
Diam kerana tiada idea untuk
berkata pada suatu ketika bererti tiada khair(kebaikan) dalam fikiran ketika
itu. Jika kita berkata-kata juga, mungkin ini akan membawa fitnah lisan
(keburukan) kerana yang keluar dari lisan ketika itu tidak mengandungi
kebaikan.
Wallahu a'lam
Rujukan:
Dr. Mustafa al-Bugha. Syarah Hadith 40 Imam Nawawi
Pustaka Salam. K. L. 1995. Hadith Ke-7
 
DEMI
MASA
'DEMI MASA' manusia
selalu terlupa.
1hari=24jam
Satu TAHUN ?
12 Bulan
52 Minggu
365 Hari
8760 Jam
525600 Minit
31536000 Detik
Distribusi normal manusia
meninggal dunia (tahun)
< 60th
> 70th
60th - 70th
(65th)
Chart
Kebanyakan manusia meninggal
dunia antara usia 60 thn-70thn (majoriti)
Puratanya manusia meninggal
± 65 th
"Baligh: Start untuk seseorang
di perhitungkan amal baik atau buruknya selama hidup di dunia"
Laki-laki Baligh ±
15 tahun
Wanita Baligh ± 12
tahun
Usia Yang ada untuk kita
beribadah kepada-Nya, puratanya:
Mati - Baligh = Baki Usia,
:~ 65 - 15 = 50 tahun
50 tahun digunakan untuk
apa?
Catatan:
50 tahun=
18250 hari=
458000 jam
12 jam siang hari
12 jam malam hari
24 jam satu hari satu malam
Gambaran kasarnya:
Mari kita muhasabah bersama.....
....!
Waktu kita tidur ±
8 jam/hari ;
Dalam 50 tahun waktu yang
habis dipakai tidur 18250 hari x 8 jam= 146000 jam= 16 tahun 7 bulan; dibulatkan
jadi 17 tahun
Logiknya: Alangkah sayangnya
waktu 17 tahun habis di gunakan untuk tidur, padahal kita akan tertidur
dari dunia untuk selamanya... ....
Waktu aktiviti kita di
siang hari ± 12 jam
Dalam 50 tahun waktu yang
habis dipakai untuk aktiviti:
18250 hari x 12 jam= 219000
jam = 25 tahun
Aktiviti disiang hari: Ada
yang bekerja, atau bercinta, ada yang belajar atau mengajar, ada yang sekolah
atau kuliah, ada yang makan sambil jalan-jalan, dan banyak lagi.
Waktu rehat ± 4
jam
Dalam 50 tahun waktu yang
dipakai untuk rehat 18250 hari x 4 jam= 73000 jam = 8 tahun
Rehat: menonton tv, atau
mungkin dihabiskan termenung di buai khayalan.... ..
17 tahun + 25 tahun + 8
tahun = 50 tahun
Lalu Bila Nak Beribadah???
Padahal Allah ada berfirman
yang bermaksud; "Tidak KUciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah
kepadaKU".
Maut datang menjemput tak
pernah bersahut,
Malaikat datang menuntut
untuk merenggut,
Manusia tak kuasa untuk
berkata-kata,
Allah Maha Kuasa atas syurga
dan Neraka,
Terimalah habuanmu seadanya..
Memang benar!!! Menuntut
ilmu itu ibadah, kalau niatnya untuk ibadah, tetapi kebanyakannya belajar
agar mudah mencari pekerjaan..
Sekiranya belajar itu tidak
membantu menambah pendapatan kita, kita tidak akan belajar...
Memang benar!!! Bekerja
cari nafkah itu ibadah, tapi bekerja yang bagaimana?
Ramai orang bekerja untuk
hidup bermewah-mewahan dan amat kurang sedekahnya.
" Jarang ada yang
menolak untuk dipuji dan dipuja tatkala berjaya "
Lalu Bila Nak Beribadah???
Oh! mungkin solat 5 waktu
itu dianggap sudah mencukupi... !
Karena kita fikir; solat
wajib besar pahalanya, solat amalan pertama yang dihisab, solat jalan untuk
membuka pintu syurga...Benarkah solat kita itu mencukupi dan diterima !!?
Berapa banyak solat kita
dalam 50 tahun???
1 solat = ± 10 minit
..... 5x solat = ± 1 jam
Dalam waktu 50 tahun waktu
yang terpakai utk solat = 18250 hari x I jam =18250 jam= 2 tahun
Kesimpulan:waktu yang kita
manfaatkan dalam 50 tahun di dunia cuma 2 tahun untuk solat ( ini kalau
yg solat 10minit! Kalau solat macam ayam patuk tanah..amacam? ) 2 tahun
dari 50 tahun kesempatan kita....
itupun belum tentu solat
kita bermakna berpahala dan di terima. Dan sekiranya pahala solat kita
selama 2 tahun tidak sebanding dengan perbuatan dosa-dosa kita selama 50
tahun;dalam percakapan kita yang selalu dusta, baik yang sengaja ataupun
tidak, dalam pertuturan kita yang sering mengguris orangtua kita, dalam
harta kekayaan kita yang selalu kedekut terhadap orang faqir, dalam setiap
perbuatan kita yang selalu bergelumang dosa...
Logiknya:
Bukan satu yang mustahil
kita umat akhir zaman akan berhamburan di neraka untuk mendapatkan balasan
kelalaian... . .........
Terlalu banyak masa yang
terbuang percuma selama manusia hidup di dunia dan semuanya itu akan menjadi
bencana..... .......
Penyelesaian:
Tiada kata terlambat walaupun
waktu berlalu cepat, isilah ia dengan sesuatu yang bermanfaat!! !!!!!
Ingatlah negeri kita...Akhirat
TAMAT
"Bukan suatu paksaan untuk
di sebarluaskan"
"Saling mengingatkan sesama
bukanlah hal binasa''
Regards,
Mohd Idham Saparuddin
Operational & Services
Unit,
Finance Department,
MTBE/Polypropylene (M) Sdn
Bhd.
(wholly-owned subsidiaries
of ))
Tel: 09-5856875 Fax: 09-5834743
Email: idham_saparuddin@
petronas. com.my
Kepada
para peniaga dan usahawan yang dah berjaya ataupun gagal dalam perniagaan
MLM,
JOM
!! kita layari laman-laman berikut. Jangan lupa yang ni pun MLM
juga tapi MLM
yang ini tak ada istilah gagal,
insyaAllah
berjaya dunia dan akhirat.
Mari
Lihat
Masjid  Mari
Lepak
Masjid
 
Masjid Negara Kuala Lumpur>
Masjid Putrajaya>
BERITA
TERKINI
  
IKLANKAN
PRODUK & PERKHIDMATAN ANDA DI SINI
 
PENGENALAN DIREKTORI
USAHAWAN MUSLIM DANA
SMI PELUANG PRODUK
& PERKHIDMATAN IKLAN
& PROMOSI
PAUTAN
USAHAWAN BULETIN
USAHAWAN KOLEKSI
BLOG PILIHAN PROGRAM-PROGRAM
AFFILIATE .....HUBUNGI
KAMI
  
|